Blogger templates

Home » » Produksi Opium Asia Meningkat

Produksi Opium Asia Meningkat

Written By Unknown on Jumat, 27 Juni 2014 | 06.25

Seorang warga berjalan di ladang bunga poppy berkembang di Negara Bagian Shan, Myanmar (27/1). Myanmar adalah produsen terbesar di dunia opium, bahan utama dalam heroin, hingga tahun 2002. AP/Gemunu Amarasinghe
Jakarta - Meski pengendalian narkoba terus digalakkan di kawasan Asia, budi daya opium sebagai bahan baku narkotika jenis heroin, nyatanya terus meningkat di beberapa wilayah. Temuan ini dimuat di World Drug Report 2014 yang diterbitkan oleh Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC).

Seperti dikutip dari Xinhua, laporan yang diterbitkan dalam rangka memperingati Hari Anti-Narkoba Internasional ini menyebutkan, budi daya opium di Afganistan telah melonjak sebesar 36 persen dari 154 ribu hektare pada tahun 2012 menjadi 209 ribu hektare pada tahun 2013.

Meski dilanda konflik bersenjata, negara ini masih menghasilkan sekitar 5.500 ton opium atau 80 persen dari produksi dari opium global. Budi daya opium di segitiga emas, Afganistan-Iran-Pakistan, kembali menggeliat sejak tahun 2006.

Tingginya budi daya opium ini meningkatkan kekhawatiran penyalahgunaan heroin di sejumlah negara Asia seperti Cina, Malaysia, Myanmar, dan Vietnam. “Pasar narkoba di Asia Timur dan Asia Tenggara yang dinamis bisa berkembang secara signifikan,” kata Perwakilan Regional UNODC untuk Asia Tenggara, Jeremy Douglas.Tempo
Share this article :

0 komentar:

Posting Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. SumatraNewsPaper - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger